Home Tim Penulis Usulan Langkah-Langkah Pembuatan Design dan RAB

Sepatah Kata

Web ini sebagai media informasi pnpm, mohon maaf apabila ada materi hasil karya anda dan kami tidak bisa menuliskan sumbernya sebab data tersebut hasil dari copy faste dari para FK, FT, Faskab dan rekan-rekan UPK. Dan apabila anda merasa keberatan dengan karya anda ada di web ini, silahkan konfirmasi melalui email admin@upk-pnpmsurade.org. Semoga bermanfaat. Trims

Sekretariat UPK PNPM Surade

Jl. H. Sukmawijaya Desa Jagamukti Kec. Surade

Kab. Sukabumi Prop. Jawa Barat 43179,

HP. 0815 7223 1000 Telp./Fax (0266) 6493091

e-mail : admin@upk-pnpmsurade.org

Facebook : komunitas pnpm

Twitter : Twitter.com@upksurade

Langkah-Langkah Pembuatan Design dan RAB


Secara umum langkah-langkah awal dalam pembuatan Rencana Anggara Biaya adalah :

  1. Survei lapangan/lokasi kegiatan
  2. Penentuan jenis konstruksi (desain)
  3. Analisa volume dari dimensi
  4. Analisa volume kebutuhan bahan, upah  ataupun penggunaan alat
  5. Survei harga bahan, upah dan alat
  6. Perhitungan total rencana kebutuhan anggaran biaya

1. KONSTRUKSI JALAN

Langkah-langkah dalam membuat desain dan RAB untuk konstruksi jalan adalah :

  1. Survei lapangan
  2. Pengumpulan data pendukung hasil survei lapangan, antara lain : jumlah dan jenis lalu lintas yang lewat, kondisi tanah,  trase jalan, kemiringan/kelandaian, bangunan pelengkap, keadaan atau situasi di sekitarnya, dll.
  3. Menentukan desain dan ukuran konstruksi perkerasan jalan.
  4. Analisa volume kebutuhan bahan, upah dan penggunaan alat.
  5. Hasil survei harga bahan, alat dan upah per satuan dikalikan volume kebutuhannya merupakan harga total kebutuhan pembuatan konstruksi perkerasan jalan.
  6. Membuat total kebutuhan RAB yaitu total kebutuhan pembuatan konstruksi perkerasan jalan ditambah biaya operasional di desa/TPK (3%) dan di kecamatan/UPK (2%).

Batasan-batasn desain yang sangat diperlukan  untuk konstruksi jalan adalah ;

  1. Lebar perkerasan jalan standarnya adalah 3,0 meter dan minimal 2,5 meter. Kemiringan punggung jalan minimal 3%.
  2. Lebar bahu jalan (berm) standarnya 1,0 meter dan minimal 0,5 meter. Kemiringan bahu jalan minimal 5%.
  3. Lebar selokan minimal 0,5 meter. Kedalaman selokan minimal 0,5 meter.

Jenis-jenis jalan terdiri dari :

  1. Jalan telford (jalan batu/macadam)
  2. Jalan telasah
  3. Jalan sirtu
  4. Jalan rabat beton
  5. Jalan aspal (lapen/lapisan penetrasi)

2. BANGUNAN-BANGUNAN PELENGKAP/PENDUKUNG JALAN

a. Gorong-gorong, antara lain :

  • Gorong-gorong buis beton, diameter minimal 40 cm.
  • Gorong-gorong plat beton
  • Gorong-gorong bog duiker
  • Gorong-gorong kayu

b. Jembatan, antara lain :

  • Jembatan beton dengan panjang bentang maksimal 6,0 m.
  • Jembatan gelagar besi lantai kayu dengan panjang bentang maksimal 16,0 m.
  • Jembatan gelagar kayu lantai kayu.
  • Jembatan duiker / jembatan pelengkung.

Survei awal pembuatan jembatan adalah :

  • Trase sungai / aliran air
  • Lebar sungai
  • Muka air banjir terbesar
  • Muka air normal
  • Muka air surut
  • Kondisi/jenis tanah
  • Kepadatan/kapasitas lalu lintas yang lewat

Konstruksi jembatan ada dua (2) bagian, yaitu :

  • Bagian atas yang disebut lantai jembatan
  • Bagian bawah yang disebut pondasi / abutment

Bangunan pendukung jembatan, antara lain :

  • Sayap jembatan berfungsi untuk menahan longsor pada tebing sungai dan pangkal jembatan (Abutment)
  • Oprit jembatan/timbunan pada ujung dan pangkal kepala jembatan yang bertujuan untuk meninggikan permukaan jembatan, serta harus dilindungi dengan tembok penahan tanah (TPT)
  • Krib fungsinya untuk mengarahkan aliran sungai dan menahan erosi. Krib bisa dari bronjong, pasangan batu, pancang atau pasangan batu kosong

c.  Saluran drainase/saluran samping/got, yang perlu diperhatikan :

  • Kondisi / jenis tanah
  • Ketinggian / beda elevasi antara Sta. awal sampai Sta. akhir
  • Lebar penampang hulu lebih kecil daripada penampang hilir

d.   Perlindungan tebing/Tembok penahan tanah (TPT)/Plengsengan/Talud, yang perlu dipehatikan adalah :

  • Kondisi / jenis tanah
  • Titik erosi terbesar
  • Drainase untuk air tanah (suling-suling)

3. KONSTRUKSI GEDUNG

Yang dimaksud dengan bangunan gedung dalam PNPM-MP adalah bangunan /konstruksi sederhana  yang berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jenis-jenis konstruksi ini adalah :

a. Mandi Cuci Kakus (MCK),dalam survei awal yang perlu diperhatikan adalah :

  • Sumber air harus terjamin kualitas , jernih dan tidak berbau
  • Kuantitas sumber air harus memenuhi kebutuhan MCK. Satu unit MCK untuk 10 KK ( 2 WC, 2KM, dan 1 tempat cuci ) dengan debit air minimal 0,05 ltr/det.
  • Lokasi harus dekat dengan para pemakai prasarana MCK / tidak jauh dari   rumah pemanfaat.
  • Rencana pembuangan limbah MCK tidak menganggu lingkungan, baik resapan maupun saluran pembuangan.
  • Rencana saluran ke KM, WC, dan tempat cuci dari sumber air harus ada.

b. Pasar Desa

Survei awal yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pasar desa adalah :

  • Potensi pasar.
  • Calon pengguna dan kebutuhan luas bangunan pasar.
  • Kapasitas kepadatan saat kegiatan jual beli.
  • Kebutuhan sarana penunjang.
  • Tata ruang pasar.
  • Ketersediaan lokasi serta tidak ada tuntutan ganti rugi.
  • Telah terbentuk tim operasional dan pemeliharaan.
  • Koordinasi dengan dinas terkait.

 

c. Gedung prasarana pendidikan

1)   Yang dimaksud disini, adalah :

  • Rehabilitasi ringan untuk ruang kelas.
  • Tambahan ruang kelas.
  • Sarana kelas seperti : bangku dan tempat duduk, papan, dll.
  • Sarana untuk bermain anak, seperti : bandulan / ayunan dll.

2)   Yang perlu diperhatikan dalam perencanaan ini, adalah :

  • Usulan ini murni dari masyarakat, bukan milik yayasan.
  • Dikelola masyarakat sendiri dan merupakan aset desa.
  • Harus jelas ada kegiatan belajar mengajar, bukan rencana akan dsb.
  • Jumlah Kapasitas / muatan beban
  • Rencana tata ruang untuk kelas dan tempat bermain
  • Ventilasi dan pencahayaan untuk kelas
  • Koordinasi dengan dinas instansi terkait

d. Prasarana Bidang Kesehatan Dasar

Disebut kesehatan dasar, karena hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar agar tetap sehat dengan pelayanan minimal dan lebih banyak dapat dipenuhi oleh masyarakat sendiri.

Tinjauan ini tidak jauh berbeda dengan usulan prasarana tersebut diatas / prasarana gedung.

4. IRIGASI

Yang dimaksud dengan Irigasi dalam PNPM-MP adalah jaringan irigasi sederhana.

Tujuan pembangunan jaringan irigasi sederhana adalah :

a. Meningkatkan intensitas tanam terutama padi

b. Meningkatkan dan memberdayakan masyarakat desa dalam pembangunan jaringan irigasi

c.  Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemanfaatan air

d. Meningkatkan produk tanaman

Kriteria yang harus dipenuhi, antara lain :

a. Merupakan usulan masyarakat

b. Daerah irigasi pedesaan bukan merupakan daerah banjir

c.  Tidak sedang dibiayaioleh sumber dana lain

d. Kualitas air memenuhi dan mencukupi

e. Beda tinggi cukup untuk mengalirkan air irigasi

f.  Adanya kelompok tani pemakai dan pemelihara (HIPAM)

g. Adanya sawah yang baik untuk tanaman padi

h. Adanya pemasaran hasil produksi

i.  Tidak untuk mengairi sawah lebih dari 50 Ha

j.  Pernyataan dari masyarakat tidak menutut ganti rugi

Lingkup jaringan irigasi sederhana , antara lain :

a. Saluran atau bangunan yang sebagian atau seluruhnya berkurang fungsinya karena longsor atau rusak

b. Perbaikan / pembuatan bangunan pembagi / box pembagi

c.  Perbaikan / pembuatan bangunan sadap / corongan

d. Perbaikan / pembuatan bangunan terjun

e. Perbaikan / pembuatan penahan talud saluran

f.  Perbaikan / pembuatan penahan tebing

Survei dan inventarisasi yang dilakukan, antara lain :

a. Melakukan dan membuat sketsa dari semua bangunan dengan memperhatikan ukuran lebar hulu lebih besar dari lebar hilir, panjang penampang, beda tinggi/elevasi, ukuran pintu, dll.

b. Menginventarisasi apakah perlu bangungan pelengkap : box bagi, gorong-gorong, penahan talud saluran, talud tebing, bangunan terjun, bangunan sadap, dll

c.  Membuat inventarisasi kondisi saluran atau bangunan, apakah masih baik, perlu perbaikan, atau diganti

d. Melakukan survei dan perkiraan penyadapan air yang belum ada bangunannya, sekaligus batas petak.